Kamis, 10 Maret 2011

Pria-Pria peselingkuh


Sebuah perkawinan seharusnya dijalani dengan kesetiaan pasangan itu, tetapi maraknya tempat hiburan remang2 atau prostitusi menandakan banyak pria yang melakukan perselingkuhan, walaupun sifatnya sesaat.  Jangan memelihara kambingnya jika ingin menikmati satenya, begitulah ungkapan kaum lelaki tentang dunia sex perselingkuhan.  Silet sekali pakai, mungkin produk ini terinpirasi oleh dunia sex sekali pakai. Mengecam tindakan pelacuran rasanya menjadi tidak adil karena berkembangnya pelacuran karena ada demand, siapa lagi kalau bukan kaum lelaki yang menghidupkan pasar itu.
Seorang lelaki yang pandai memberikan nasihat bukan berarti dia adalah seorang lelaki yang setia sebab nasihat itu bisa saja diberikan kepada kaum wanita. Nasihat dengan mendasarkan pada keyakinan dan kodrat seorang wanita yang pada dasarnya memposisikan lelaki sebagai kaum penguasa dan pelindung. Menerima keyakinan berarti akan mengikuti arah pikiran lelaki itu, namun untuk tetap mencitrakan sebagai lelaki yang baik, perselingkuhan itu diresmikan dalam ikatan perkawinan. Pada akhirnya lelaki itu tetap menjadi orang baik karena perselingkuhan tersebut ditutup oleh ikatan walaupun dengan banyak wanita. Pria pandai berkotbah, sesungguhnya pandai merayu dan wanita baik akan mendengar kotbah itu walaupun bernada rayuan. Pasrah diri atas keyakinan yang ditanamkan oleh pengkotbah, mungkin saja dia bersedia dikawini walupun akan menjadi istri yang kesepuluh.
Seorang pengusaha yang sukses pada dasarnya adalah perayu, mampu merayu lelaki agar menguntungkan bisnisnya, pasti akan pandai juga merayu wanita untuk menyenangkan dirinya. Namun berbeda dengan pengkotbah, lelaki pengusaha lebih berhitung ekonomi, untung rugi menjadi pertimbangan utama, mau enak tetapi tidak mau rugi besar. Yang model begini biasanya lebih senang berkomitment dengan pertimbangan pengeluaran, menghentikan kebiasaan ketempat hiburan karena takut dikenal publik, dia lebih memilih WTL ( Wanita Tahan lama ) yang ditempatkan di apartemen atau rumah kontrakan.
Pria yang berpenghasilan tidak pasti, sesungguhnya kurang disukai wanita, apalagi wanita cantik. Ingin merasakan wanita cantik maka pelacurlah sasarannya yang memang berdandan seronok. Kaum lelaki seperti inilah yang mendorong pelacuran pinggir jalan. Makin banyak pelacur pinggir jalan makin menunjukkan bahwa banyak penduduk yang berpenghasilan tidak tetap. Sekali memang mendapat penghasilan lebih besar, beli perabot nanggung, apalagi beli rumah, cari kesenangan, besok cari uang lagi. Begitu seterusnya yang akhirnya membuat hidupnya tidak menentu.
Bagi wanita, paling tepat memilih pria dengan penghasilan tetap tetapi pas2an, pasti tidak kemana2 karena tidak punya ongkos. Jangan dituntut macam, apalagi disuruh korupsi sebab jika sekali dia berbohong kepada negara, pasti akan berbohong pula kepada istrinya.  Sebuah proses dalam kehidupan, makin tinggi tingkat ekonomi seseorang, maka dia akan jauh dari ukuran norma agama sebab, dalam kehidupannya yang menyenangkan akan lebih mudah tergoda untuk melakukan larangan agama. Orang yang hidup dalam kesusahan, dia akan mendekatkan diri kepada ajaran agama, makin susah, makin dekatlah dia dengan ajaran agama, doa dimurahkan rezki selalu dipanjatkan setiap hari.
Adalah dunia kehidupan dengan cirinya yang tidak dapat dihindarkan, seorang pengusaha akan bertemu dengan malaikat kebaikan dan juga iblis, tidak dapat memilih hanya berhubungan dengan malaikat kebaikan, walaupun mendapat keuntungan besar, yang dfibeli adalah mobil mewah, shoping keluar negeri dan berfoya2, dia akan berkernyit dahinya jika diminta sumbangan untuk rumah ibadah. Namun demikian, orang banyak yang hormat karena banyak yang membutuhkan dirinya. Sebaliknya, walaupun hidup susah, dia rela mengisi kotak amal rumah ibadah, menjadi orang baik adalah jalan yang ditempuhnya, menjadi orang baik akan dibutuhkan orang lain juga walaupun imbalannya kecil.
Inilah kehidupan yang sering dianggap tidak adil, namun sebetulnya orang yang berani adalah orang yang mampu memisahkan dunia nyata dan dunia akhirat. Orang yang mengesampingkan norma dalam menjalani kehidupan ekonomi akan lebih banyak peluangnya ketimbang orang yang membatasi karena ukuran norma. Bisnis memang sebuah perbuatan tanpa perasaan, tanpa perasaan itu lebih mengedepankan otak, dalam kehidupan nyata, otak akan lebih berperan, dan orang yang menggunakan otaknya lebih tepat akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Hasil itu tentunya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan materi semata, kebutuhan jasmani lebih mudah terpenuhi dan inilah yang mendorong perselingkuhan.
Pada dasarnya semua pria adalah peselingkuh, berselingkuh atau tidaknya tergantung keadaan, dia akan setia jika sang istri dapat menunjukkan sikap hormatnya. Sikap hormat secara psikologis akan membuat lelaki lebih menghargai istrinya walaupun godaan itu semakin besar. Lelaki tidak membutuhkan sex semata, tetapi membutuhkan kedamaian, oleh karena itu sebaiknya jangan menjadi wanita cerewet karena cerewet akan menjadi awal perselingkuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Selamat datang di blog saya.