Jumat, 11 Maret 2011

Posisi sex menentukan jenis kelamin bayi

Entah dengan alasan apa, ia
menginginkan anak pertama
laki-laki. Bagaimana caranya?
Adakah teknik khusus,
termasuk dalam hubungan intim, agar diperoleh anak laki-laki? “Saya seorang pemuda berumur 26 tahun, TB/BB: 165 cm/69kg, berencana 2
tahun lagi menikah. Pertanyaan saya:
* Bagaimana caranya agar saya
mendapatkan kemungkinan lebih besar
anak laki-laki?
* Apa pengaturan waktu berhubungan dengan calon istri (maksudnya di pagi hari
atau sore hari) itu menentukan jenis
kelamin nantinya?
* Apakah siklus menstruasi calon istri saya
menentukan untuk mendapatkan anak
yang lebih dominan laki atau perempuan? * Bagaimana cara menghitung untuk
mendapatkan anak laki?” R., Jakarta Akibat Budaya Bagi banyak orang di negara kita,
keinginan mempunyai anak laki-laki masih
sangat kuat. Tentu saja ini berkaitan erat
dengan kondisi sosial budaya dan tradisi
masyarakat yang masih bias gender,
dengan menempatkan pria lebih daripada wanita dalam segala hal. Di beberapa negara sedang berkembang
lain dan juga negara terbelakang, keinginan
seperti ini juga sangat kuat. Sebaliknya, di
negara maju, keinginan mempunyai anak
dengan jenis kelamin tertentu, khususnya
laki-laki, tidak ada lagi. Bagi mereka, laki- laki dan wanita benar sama saja, bukan
hanya slogan. Mungkin karena keinginan mempunyai
anak dengan jenis kelamin tertentu bukan
hal penting bagi mereka di negara maju,
tidak tampak perkembangan untuk
mendapatkan cara baru dalam hal ini. Pemisahan Spermatozoa Sampai saat ini cara yang ada masih adalah
cara yang sudah cukup lama didapat, yaitu
memisahkan spermatozoa melalui suatu
media khusus. Dengan pemisahan ini,
didapatkan spermatozoa yang
mengandung kromosom X atau Y, tergantung media apa yang digunakan. Hasil pemisahan kemudian diinseminasikan
ke dalam rahim untuk menghasilkan
kehamilan dengan jenis kelamin tertentu.
Walaupun hasilnya tidak dijamin seratus
persen, cara ini memberikan harapan bagi
mereka yang ingin merencanakan kehamilan dengan jenis kelamin tertentu. Kalau Anda menginginkan anak dengan
jenis kelamin laki-laki, cara yang cukup
canggih di atas dapat dilakukan. Namun,
kalau enggan menggunakan cara yang
canggih itu, boleh gunakan cara yang
sederhana. Tentu saja dengan tingkat kegagalan yang lebih tinggi dibandingkan
cara yang lebih canggih. Saat Subur Cara sederhana tersebut berdasarkan
perbedaan biologis antara sel spermatozoa
yang mengandung kromosom X dengan
yang mengandung kromosom Y. Perbedaan
antara kedua sel spermatozoa sebagai
berikut. Pertama, ukuran sel spermatozoa X lebih
besar, sehingga geraknya lebih lambat,
sedang spermatozoa Y bergerak lebih
cepat karena ukurannya lebih kecil. Kedua,
sel spermatozoa X lebih tahan terhadap zat
yang bersifat asam, sedang spermatozoa Y lebih tahan terhadap zat yang bersifat
basa. Berdasarkan perbedaan biologis inilah
kemudian dilakukan upaya sederhana
untuk memisahkan kedua jenis
spermatozoa dalam perencanaan jenis
kelamin bayi.
Pertama, dengan mengatur waktu melakukan hubungan seksual. Hubungan
seksual yang dilakukan tepat pada saat
subur memungkinkan spermatozoa Y
mencapai sel telur lebih dulu, sehingga
diharapkan menghasilkan bayi laki-laki.
Kalau dilakukan sekitar dua hari sebelum atau sesudah saat subur, diharapkan
menghasilkan bayi perempuan. Kedua, dengan memanfaatkan zat yang
bersifat asam atau basa. Bila menginginkan
bayi laki-laki, lakukan bilasan pada vagina
dengan bahan yang bersifat basa sebelum
melakukan hubungan seksual. Sebaliknya,
bila menginginkan bayi perempuan, lakukan bilasan dengan zat yang bersifat
asam sebelum melakukan hubungan
seksual. Ketiga, dengan mengatur teknik melakukan
hubungan seksual sehingga orgasme dapat
diatur. Kalau menginginkan bayi laki-laki,
pihak istri harus mencapai orgasme lebih
dulu agar suasana di dalam vagina menjadi
basa. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, istri hendaknya mencapai
orgasme kemudian agar suasana di dalam
vagina tetap asam. Tentu saja cara sederhana ini tidak dijamin
memberikan hasil yang pasti. Bahkan,
kegagalannya cukup tinggi karena bagi
banyak orang tidak selalu mudah
menentukan kapan saat subur yang tepat,
dan bagaimana mengatur agar mencapai orgasme lebih dulu atau kemudian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Selamat datang di blog saya.